Oleh: umampopeye | Januari 18, 2010

FESTIVAL HIJAU 2010 MAPALA FKIP UNRAM

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG DAN DASAR PEMIKIRAN
Dalam rangka mencapai tujuan bersama untuk mewujudkan bumi sebagai tempat hidup dan berkehidupan yang lebih baik, pelestarian lingkungan adalah suatu usaha mutlak yang harus dilaksanakan bersama oleh segenap lapisan masyarakat. Sebagai subjek hidup yang melakukan kontak langsung dengan alam yang merupakan tempat manusia berkembang dan memenuhi kebutuhan, manusia berpotensi menjadi pengganggu keseimbangan ekosistem jika apa yang diambil dari alam tidak sesuai dengan apa yang dikembalikan untuk alam. Sebagai akibatnya, bencana alam, kekeringan dan kelaparan menjadi ancaman bagi manusia dalam meningkatkan kualitas tingkat peradabannya.
Generasi muda memegang peranan yang sangat penting dalam usaha pelestarian alam. Selain sebagai subjek, generasi muda adalah calon pelestari lingkungan dimasa depan, dimana tantangan untuk melestarikan alam akan lebih berat dikarenakan oleh meningkatnya tingkat produksi manusia. Oleh karena itu, sebagai calon pelestari, pengetahuan akan pentingnya melestarikan alam serta teknik pelestariannya merupakan keharusan untuk dijadikan bahan pembelajaran.
Mahasiswa pencinta alam, dalam hal ini merupakan masyarakat ilmiah harus menempatkan dirinya pada proporsi untuk mengadakan suatu upaya pemahaman dan rasa cinta terhadap lingkungan serta keterampilan akan kehidupan alam bebas. Berdasarkan pemikiran tersebut, Kami, Mahasiswa Pencinta Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram (Mapala FKIP Unram) sebagai organisasi yang berkecimpung dalam suatu kegiatan yang berorientasi pada lingkungan, berusaha mewujudkan suatu usaha belajar, peningkatan kreativitas dalam rangka menumbuhkan rasa cinta terhadap alam, lewat suatu event “FESTIVAL HIJAU 2010 MAPALA FKIP UNRAM”

B. LANDASAN KEGIATAN
1. Landasan Idil Pancasila
2. Tri Dharma Perguruan Tinggi
3. Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Mahasiswa Pencinta Alam FKIP Universitas Mataram
4. Garis Besar Pokok Program Kerja Mahasiswa Pencinta Alam FKIP Unram
5. Program Kerja Mapala FKIP Unram 2009-2010

C. TUJUAN KEGIATAN
1. Memberikan pembekalan pengetahuan tentang pelestarian alam melalui lomba-lomba yang mengembangkan kognisi dan kreativitas.
2. Mempersiapkan generasi muda dengan memberikan pembinaan dan pengembangan pola pikir untuk pencapaian tujuan dalam kegiatan ilmiah khususnya yang berhubungan dengan pelestarian alam.
3. meningkatkan rasa persaudaraan antar pencinta alam melalui suatu wahana silaturrahmi dalam rangka membulatkan tekad dan menyatuan tujuan pelestarian alam.

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN

A. NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah FESTIVAL HIJAU 2010 MAPALA FKIP UNRAM dengan tema LESTARIKAN ALAM DENGAN ILMU PENGETAHUAN

B. WAKTU DAN LOKASI KEGIATAN
Waktu : Senin – Sabtu, 5 – 10 April 2010
Lokasi : – Auditorium M.Yusuf Abu Bakar Universitas Mataram
– Arena Budaya Universitas Mataram

C. BENTUK KEGIATAN
1. Pembukaan
– Pembukaan/Seremonial Acara oleh Rektor Universitas Mataram
– Drama/Satire bertema kerusakan lingkungan

2. Festival
– Lomba Debat bertema konservasi lingkungan hidup tingkat SMA
– Lomba Pidato bertema konservasi lingkungan hidup tingkat SMA
– Lomba Cerdas Cermat bertema konservasi lingkungan hidup tingkat SMA
– Lomba Lukis bertema konservasi lingkungan hidup tingkat SMA
– Lomba Karya Tulis bertema konservasi lingkungan hidup
– Seminar Lingkungan hidup oleh WWF Nusa Tenggara
– Donor darah bekerjasama dengan PMI cabang Mataram

3. Penutupan
– Pembagian bibit pohon oleh Mapala FKIP Unram kepada setiap perwakilan sekolah peserta lomba
– Pertunjukan musik dari band kampus dan band undangan
– Penampilan khusus Ary Juliyant
– Pengumuman dan Pembagian Hadiah
– Penutupan/Seremonial Acara oleh Rektor Universitas Mataram

D. PESERTA, UNDANGAN DAN PARTISIPAN
1. Peserta Festival
Peserta Festival Hijau 2010 Mapala FKIP Unram adalah delegasi dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA) se NTB.

2. Undangan dan Partisipan
1. Anggota Organisasi Pencinta Alam Se Kota Mataram sebagai undangan
2. Sispala se Kota Mataram sebagai undangan
3. Penonton Festival Hijau yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat
4. Teater Putih dan UKM Musik FKIP Unram sebagai pendukung acara
5. LSM lingkungan se NTB
6. WWF Nusa Tenggara
7. PMI cabang Mataram
8. Pejabat-pejabat dekanat FKIP Unram dan Rektorat Universitas Mataram.

E. SUMBER DAN KEBUTUHAN DANA
Pembiayaan kegiatan ini berasal dari;
1. Dana IOMA FKIP Unram
2. Kas Mapala FKIP Unram
3. Bantuan dari Instansi terkait
4. Dana hasil proposal dari perusahaan-perusahan dengan kesepakatan melalui sponsorship.
5. (Kebutuhan Dana pada lampiran I)

F. PELAKSANA
Pelaksana kegiatan adalah Mahasiswa Pencinta Alam FKIP Universitas Mataram. (daftar panitia pada lampiran II)

G. SPONSORSHIP
Untuk mencapai suksesnya acara, sponsorship sangatlah diperlukan sebagai pendukung acara dari segi materil pada khususnya. Mengingat kegiatan ini merupakan kegiatan yang berskala regional NTB dan melibatkan banyak pihak, maka beberapa manfaat langsung dan tidak langsung yang bisa didapatkan oleh pihak sponsor adalah sebagai berikut :

1. Kegiatan ini bisa menjadi ajang berkonstribusi dan kepedulian akan peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya generasi muda dalam bidang pelestarian alam.
2. Mengedepankan dan memperkuat brand image produk dan perusahaan serta personal yang Representatif saat kegiatan berlangsung.
3. Meningkatkan brand awareness dan mempertahankan citra perusahaan dan personal.
4. Meraih market share yang luas sebab dipromosikan dengan mediasi yang terprogram dan terkontrol di tingkat regional NTB.
5. Mendapatkan atensi langsung dari pengunjung kegiatan sebab berada di lokasi yang berdekatan dengan kegiatan utama.

JENIS DAN KONTRAPRESTASI SPONSORSHIP PERUSAHAAN DAN PERORANGAN
1. Sponsor Utama, kompensasi 40- 100 persen pembiayaan, backdrop event, announcement media dan MC, lokasi stand utama, logo di setiap iklan, media, spanduk, banner terpasang, flier, poster, catalog, kaos panitia, serta optimalisasi di setiap campaign dan presentasi kegiatan sebelum, pada dan sesudah kegiatan berlangsung.
2. Sponsor Biasa, kompensasi disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dan perorangan, dapat berupa pembelian lokasi pameran, doorprise kegiatan, penyediaan hadiah, hadiah khusus, support media, etc.

LAMPIRAN I

KEBUTUHAN DANA FESTIVAL HIJAU 2010

Kesekertariatan
Nama Barang Jumlah Harga Satuan Total Harga Keterangan
Kertas Print 5 rim 25.000 125.000
Tinta 2 set 50.000 100.000
Amplop 5 kota k 15.000 75.000
Perlengkapan Jilid 1 set 30.000 30.000
Kertas sertifikat 500 lbr 2500 1.250.000
Perlengkapan
Sound System 1 Set 75.000/hari 400.000
LCD 1 Set 100.000/hari 500.000
Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi
Sewa Handycam 1 100. 000/hari 500.000
Spanduk 2 sheet 50.000 100.000
Baliho 1(2x3m) @ 2 buah 35.000/meter 420.000
Dekorasi 1 set 300.000 300.000
Baju Panitia 40 orang 35.000/orang 1.400.000
Lomba
Piala 8 Set 200.000 1.600.000
Hadiah Juara I 1 tim 800.000 800.000 Debat
Hadiah Juara II 1 tim 600.000 600.000
Hadiah Juara III 1 tim 400.000 400.000
Hadiah Juara I 1 tim 800.000 800.000 Cerdas Cermat
Hadiah Juara II 1 tim 600.000 600.000
Hadiah Juara III 1 tim 400.000 400.000
Hadiah Juara I 1 orang 600.000 600.000 Pidato
Hadiah Juara II 1 orang 400.000 400.000
Hadiah Juara III 1 orang 200.000 200.000
Hadiah Juara I 1 orang 600.000 600.000 Karya Tulis
Hadiah Juara II 1 orang 400.000 400.000
Hadiah Juara III 1 orang 200.000 200.000
Hadiah Juara I 1 orang 600.000 600.000 Lukis
Hadiah Juara II 1 orang 400.000 400.000
Hadiah Juara III 1 orang 200.000 200.000
Konsumsi Panitia 50 org 20.000/orang 1.000.000 Selama 5 hari
Konsumsi Undangan 20 org 5000 100.000
Honor Juri 15 orang 300.000/orang 4.500.000
Honor Pengisi Acara 10 orang 300.000/orang 3.000.000
TOTAL KEBUTUHAN DANA Rp 22.600.000
(Dua Puluh Dua Juta Enam Ratus Ribu Rupiah)

LAMPIRAN II
SUSUNAN KEPANITIAAN FESTIVAL HIJAU 2010

Pelindung : Dekan FKIP Unram
Penasehat : PD III FKIP Unram
Penanggungjawab : Ketua Mapala FKIP Unram
Ketua Panitia : Hairul Umam Insani
Sekretaris : Septiana
Bendahara : Neneng Chairunnisah

1. Seksi Kesekertariatan
• Coo: Iskandar humaidi
• Wung Suandi
• Juandi
• Hendra Raharja
2. Seksi Acara
• Coo: Siti Hikmatul Hayat
• Rustandi Ali Ahmadi
• Maria Widiana
• Muhammad Amir
3. Seksi Lomba
• Coo: Ahmad Junaidi
Debat : Mustafa Hambali
Pidato : Akhzan Jabbar Susanto
Cerdas Cermat: Maulana Rosihan Islam
Karya Tulis : Roni Hartono
Lukis : Pici Anafi

4. Seksi Perlengkapan
• Coo: Topan Sutarman
• Hendri Makrip
• Ismul Hadi
• Abdul Muthalib
• Ahmad Zaenudin
5. Seksi Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi
• Coo: Rijal Juniawan
• Emy Purnamasari Zain
• Indra Utama Kurniawan
• Khairil Anwar
• Cahyadi Sebran
6. Seksi Transportasi
• Coo: Sofyan Hamdani
• Dinul Azhari
7. Seksi Konsumsi
• Coo: Demi Maharti
• Deby Pramayanti
• Eva Septiani
• Rina Yuliatussolihah
• Nunung Septiani
8. Seksi Dana
• Coo: M. Anshari
9. Operasional
• Coo: Maya Setiawati
• Lalu Fayzar Robbi
• Rihartadi Sudarli
• Adrianto Saputra

Oleh: umampopeye | Oktober 26, 2009

Bloody Mountain

me and tambora

”Akhirnya hanya kita yang tersisa di sini. Semoga dia cepat kembali bersama Tim SAR, sebelum keadaan memburuk,” kata Septi kepada Alit. Sudah dua hari mereka disana. Hanya tersisa beberapa bahan makanan di carrier mereka. Mereka tak henti-hentinya berharap agar Ben berhasil kembali ke pintu hutan dan meminta pertolongan kepada Tim SAR agar mengevakuasi mereka.

Perjalanan mereka menuju Puncak Rinjani memang sudah direncanakan dengan baik, apalagi tujuan mereka ke sana adalah untuk meneliti akan terjadinya gempa-gempa yang pada saat itu sering terjadi. Tak pernah terbayangkan bahwa perjalanan tim mereka yang terdiri dari lima orang itu berakhir buruk.

Ini adalah malam ke-tiga mereka di Pelawangan setelah ledakan dari Gunung Baru Jari itu menewaskan dua rekan mereka. Ledakan itu terjadi ketika mereka sedang memantau aktivitas Gunung Baru Jari dari pinggir kaldera. Tiba-tiba gemuruh yang diikuti gempa mengejutkan mereka. Sampai akhirnya ledakan besar dari anak gunung itu melongsorkan pinggir kaldera itu. Boing dan Abi keduanya terjatuh dan ikut terbawa longsoran tebing, sampai akhirnya mereka hilang dalam gemuruh. Alit dan Ben tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, tak jauh dari bibir tebing terlihat Septi terjatuh dan pingsan, dari punggungnya mengalir darah dan wajahnya membiru. Keduanya saling memandang, melihat ketakutan dan kesedihan dalam diri mereka.

Malam menunjukkan wajahnya, dinginnya Pelawangan Sembalun pun seakan menusuk kulit mereka, walaupun mereka sudah berada di dalam tenda.
”bagaimana nanti kita menjelaskan kepada keluarga Boing dan Abi akan musibah yang terjadi pada mereka,” kata Septi pelan.

Alit menunduk dan memegangi kakinya yang membengkak. Dia tidak menjawab pertanyaannya, Ia lalu melihat keatas dan berbisik, ”semoga mereka beristirahat dalam damai, mereka terlalu muda untuk meninggalkan dunia ini. Aku takkan berhenti memohon agar Tuhan mengampuni mereka dan menyelamatkan Ben agar sampai di Pintu Hutan. Dia seharusnya sudah sampai di Pintu Hutan kemarin”

”Ya. benar katamu.” kata Septi

”Besok aku akan mengambil air dan mencari bahan makanan. Semoga bahan makanan ini bisa cukup sampai besok malam.” sambung Alit.

”Sebaikknya kita segera beristirahat. Keadaan fisik kita akan semakin lemah, tapi semangat hidup kita tidak boleh ikut melemah.” kata Septi pelan.

Mereka sadar takkan mudah untuk terlelap, walaupun mereka telah berusaha untuk menenangkan pikiran mereka. Suara lambaian pohon-pohon cemara seakan-akan terdengar iba akan nasib mereka, dan ingin mengantarkan tidur mereka. Begitu lama rasanya datangnya pagi. Begitu lama rasanya rasa lapar itu mengiringi malam mereka. Begitu lama rasa dingin itu hilang.

Sampai akhirnya, tengah malam yang tenang berubah menjadi ganas. Cuaca berubah menjadi sangat dingin, tiba-tiba badai datang mengiringi hujan lebat dan merobek tenda mereka. Septi mengerang kesakitan, wajahnya semakin pucat, Ia menggigil, nadi dan nafasnya menurun dan akhirnya tak sadrkan diri. Sadar akan keadaan rekannya yang semakin parah, Alit berusaha memindahkannya ketempat yang lebih aman walau badai menghempaskan badannya.
Badai mereda, tapi dingin terasa membeku dan tak mau pergi. Alit terus berusaha menghangatkan badan Septi walau Ia sadar semua pakaiannya telah basah terendam oleh hujan badai.

”Septi sadarlah, jangan tinggalkan aku sendiri di sini. Aku mohon sadarlah”

Ia memeluk Septi sampai pagi datang bersama langit yang membiru. Cerahnya pagi itu seperti meminta Alit agar tak putus asa untuk terus bertahan hidup, walau Ia kini sendiri.

Ia kembali terlelap, dalam tubuhnya yang semakin lemah, ia terus memeluk badan Septi yang telah membeku.

Dalam mimpinya, ia bertemu dengan Septi yang seakan memintanya untuk tetap hidup.

”Aku harus tetap hidup”

Dari jauh seakan Ia mendengar ada yang berteriak dan memanggilnya,

”Apakah itu adalah suara pertolongan untukku…”

Ia mendengar seorang pria mencoba berbicara kepadanya dan menggenggam tangannya. Matanya sedikit terbuka, ia melihat cahaya kecil yang semakin terang. Lalu bibirnya bergerak pelan dan membisikkan sesuatu, terdengar suara kecil seperti berkata…

”Ayah…?”

By : PoPeYe
Praya, 09.51 pm.
11.10.2009

Oleh: umampopeye | September 23, 2009

HIDUP INI SEHARUSNYA SEMPURNA

HIDUP INI SEHARUSNYA SEMPURNA

Apa yang Tuhan tidak berikan kepada umat manusia?
Semua keberkahan telah dan selalu diberikan Tuhan Yang Maha Besar kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Juga kepada manusia sebagai Khalifah di bumi ini. Keberkahan itu berupa hidup di lingkungan yang penuh dengan keberagaman hayati yang seharusnya kita syukuri dan kita manfaatkan dengan baik.

Manusia seharusnya sadar betapa sempurnanya hidup yang telah diberikan kepadanya. Tapi, entah kenapa kita selalu saja berbuat kerusakan di bumi ciptaan-Nya ini.

Kita sering mengeluh akan udara yang semakin hari semakin panas dan mengering. Kita juga sering menggerutu saat melihat kelangkaan beras yang diikuti dengan merangkaknya harga-harga sembako. Di tempat lain, merekapun mengeluhkan kualitas air yang semakin menurun bahkan semakin sulit diperoleh. Tapi apakah kita tidak pernah sadar bahwa kita sebenarnya adalah pelaku dari permasalahan-permasalahan itu?

Bagaimana mungkin di hari esok dan masa depan kita bisa menikmati hari yang lebih baik jika kita terus saja membiarkan kerusakan-kerusakan terjadi di bumi titipan-Nya ini?

Air yang bersih, sembako yang segar dan udara yang sejuk adalah bagian dari kesempurnaan hidup. Kesemuanya itu akan kita peroleh jika kita berhenti berbuat kerusakan, berhenti membiarkan penebangan liar di hutan lindung, berhenti membiarkan mereka mengeksploitasi isi perut bumi yang berlebihan dan berhenti membiarkan mereka mencemari udara dan air dengan cerobong-cerobong pabrik dan pipa-pipa limbah mereka. Walaupun itu semua adalah sumber Kas yang mempertebal dompet Negara.

Ketika kita mencoba berfikir kembali untuk memulai hidup yang sempurna, seharusnya kita juga melihat kesekeliling dan mulai melakukan hal-hal yang kecil untuk mendapat hasil yang besar. Tidak perlu malu untuk memunguti atau mengantongi bungkus permenmu, mencoba berjalan kekampus tanpa perlu menyalakan starter motormu, atau mematikan lampu kamarmu pada siang hari. Tentu tidak terbayang olehmu jika setiap orang berfikir dan melakukan hal yang sama denganmu dan menjadikannya kebiasaan hidup yang terus ditanamkan kepada anak cucumu.

Apakah sekarang sudah terbayang olehmu akan kehidupan yang lebih baik bahkan menjadi sempurna suatu saat nanti?

Bahagia di bumi, bahagia di hati.
Lalu barsyukurlah kepada-Nya.

Held the world
Make it a better place
For me and for you
And the entire human race

By : PoPeYe

Oleh: umampopeye | September 23, 2009

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.